Belajar Dari 3 Kesalahan Umum Cost Estimator

Mari Bersama Mewujudkan Interior Ruang Impian Anda

Interior Solo Raya melayani area Solo, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Jogja dan sekitarnya. Kebahagiaan customer adalah kepuasan bagi kami.

Call / WA: 0815-4840-5422

Profesi cost estimator memang tidak semudah yang banyak orang katakan. Selain itu, sejatinya pekerjaan ini menuntut ketelitian dan analisis yang luar biasa, sebab ia adalah kunci kesuksesan sebuah proyek. Dalam dunia interior, perabotan / furniture menjadi salah satu barang yang di estimasi harganya oleh seorang cost estimator.

Mari membahas tentang pekerjaan yang satu ini. Sejenak membahas satu hal yang mungkin baru dan tidak secara langsung berhubungan dengan dunia interior. Mari membahas tentang cost estimator. Memahami apa itu cost estimator, cara kerjanya, serta 3 dosa (kesalahan) besar yang biasa dilakukan.

Artikel ini cocok untuk Anda yang hendak menempuh karir sebagai estimator. Atau untuk Anda yang kebetulan ditunjuk menjadi estimator perusahaan Anda dalam suatu proyek. Namun, dalam artikel ini, akan lebih menjabarkan mengenai kesalahan besar yang sering dilakukan oleh estimator.

Mengapa penting membahas kesalahan dibandingkan kebaikannya? Sebab, dengan memahami kesalahan, Anda akan bisa belajar untuk lebih berhati-hati dalam memutuskan suatu tindakan nantinya. Jadi, Anda tidak perlu melewati kesalahan untuk belajar dari itu, jadilah orang yang bijak dengan belajar dari kesalahan orang lain.

Menjadi seorang estimator menuntut Anda untuk mendaftar harga dan melakukan estimasi biaya untuk proyek yang sedang berlangsung. Ini merupakan hal yang fundamental bagi suatu perusahaan / instansi sejenis. Sebab, owner akan punya gambaran, berapa uang yang harus keluar untuk proyek ini berdasarkan range harga yang dibuat estimator.

Secara umum, tugas seorang cost estimator adalah sebagai berikut :

  1. Menganalisis pekerjaan
  2. Menetapkan proses produksi
  3. Memilih alat dan bahan sesuai spesifikasi pekerjaan
  4. Menetapkan spesifikasi pekerjaan yang diterima
  5. Mencari informasi perkembangan harga bahan
  6. Menetapkan harga pokok
  7. Memberikan alternatif harga kepada pimpinan

3 Kesalahan Umum Cost Estimator

Mengerjakan suatu proyek memanglah tidak mudah. Apalagi jika motivasi kurang membara. Membangun sebuah proyek, apalagi yang sustainable dengan jangka waktu modal kembali yang cepat, seperti bisnis membangun kos, Seharusnya bisa jadi motivasi tersendiri bagi Anda, selaku owner atau estimator.

Biasanya, estimator akan menemukan perkara kahar yang sangat mengganggu tanggung jawabnya.
Cost estimator, pekerjaan menantang berprospek tinggi. Sumber : Istockphoto.com

Lebih tidak mudah lagi menjadi seorang estimator. Meski begitu, salary dan prospek kerja profesi ini lumayan besar. Biasanya, estimator akan menemukan perkara kahar yang sangat mengganggu tanggung jawabnya.

Misal, Anda harus menghitung ratusan bahkan ribuan item dan membutuhkan satu bulan untuk menyelesaikannya. Kompleksitas ini bertambah dengan data (termasuk gambar item) yang susah dicari. Maka sudah menjadi rahasia umum bila terjadi inkonsistensi item dalam rencana kerja (RKS) dengan gambar yang ditaruh.

Selain itu, terdapat variabel lain yang merancukan pekerjaan ini. Bisa karena dari internal diri sendiri atau dari faktor eksternal yang tidak bisa dielak. Setidaknya ada 20 hal yang dianggap paling sering terjadi, setiap poin di manifestasikan ke dalam 3 kesalahan paling umum. Setiap kesalahan diberi judul sesuai dengan faktor yang mempengaruhi.

1. Kesalahan Pada Direct Cost

Tidak akurat dalam menghitung volume pekerjaan adalah salah satu kesalahan secara langsung yang biasa terjadi. Hal ini hendaknya jangan diwajarkan, meskipun item yang harus dihitung memang teramat banyak. Item pekerjaan yang sering salah hitung biasa seperti besi tulangan, bekisting, dinding bata, dan plafon.

Menentukan harga dasar juga biasa terjadi eror. Ini bisa terjadi jika proses komunikasi terbangun kurang baik, antara estimator dengan owner yang mendetailkan RKS, atau antara estimator dengan vendor.

Biasanya, estimator akan menemukan perkara kahar yang sangat mengganggu tanggung jawabnya.
Ilustrasi seorang estimator. Sumber : Istockphoto.com

kemudian, kesalahan yang biasa terjadi secara direct (langsung) adalah estimasi produktivitas tenaga kerja. Estimator biasa menggunakan standar tertentu dalam menentukan besaran produktivitas tenaga kerja. Yang harusnya dilakukan estimator, adalah melihat variabel eksternal seperti cuaca, volume pekerjaan, atau kesulitan pekerjaan untuk mengukur produktivitas tenaga kerja secara bijak.

Material sisa (seperti potongan besi tulangan) hendaknya juga harus diperhitungkan oleh estimator, untuk kemudian dipakai kembali jika memungkinkan. Sayangnya, estimator biasanya hanya menghitung presentase waste materialnya saja, tanpa melihat kecenderungan model potongannya seperti apa.

Kesalahan direct cost lainnya adalah tidak terhitungnya komponen biaya transportasi. Selain itu juga kesalahan estimasi antara penghitungan volume gambar dengan volume lapangan (tanah). Padahal volume tanah bersifat relatif akibat adanya faktor kembang-susut tanah.

2. Kesalahan Pada Indirect Cost

Kesalahan indirect adalah faktor secara tidak langsung yang dikalkulasikan seorang estimator tanpa memasukkan variabel lain yang mungkin saja mengganggu berjalannya proyek. Kesalahan dalam menentukan durasi pelaksanaan adalah yang paling umum terjadi. Pun juga penghitungan biaya kebutuhan energi, yang memang kompleks.

Produktivitas alat berat juga tidak bisa diasumsikan ideal tanpa memperhitungkan potensi macet, rusak, atau keadaan kahar lainnya. Estimator cenderung menggunakan data produktivitas yang disandarkan pada pengalaman sebelumnya, tanpa dilakukan penyesuaian dengan potensi cuaca atau situasi berat yang mungkin terjadi.

Kemudian, kesalahan indirect cost yang lain berhubungan dengan biaya risiko. Ada biaya risiko kontrak, biaya risiko finansial, biaya risiko sendiri (asuransi/deductible), dan biaya risiko secara umum. Estimator umumnya kurang menguasai perhitungan biaya risiko / risk contigency. Begitu banyak risiko yang terjadi di proyek konstruksi, sudah sewajarnya akan memiliki cost cotingency yang besar.

3. Faktor C Yang Biasa Dilupakan Cost Estimator

Selain kesalahan direct cost dan indirect cost, ada faktor selain itu, yang diberi nama faktor C, karena di luar faktor A & B, yang biasa dilupakan. Yang pertama adalah kesalahan dalam menentukan metode pelaksanaan survey pasar, proses pengerjaan, dan metode pelaksanaan perhitungan.

Biasanya, estimator akan menemukan perkara kahar yang sangat mengganggu tanggung jawabnya.
Ketelitian tinggi harus dimiliki estimator untuk menghindari kesalahan hitung. Sumber : Istockphoto.com

Sangat jarang sekali estimator menyiapkan checklist yang lengkap sebelum dilaksanakannya survey lapangan. Ini adalah salah satu akibat dari tidak jelasnya metode pelaksanaan kerja sebagai seorang estimator. Yang kemudian membuahkan masalah lain, yakni kurang cermat dan pendetailan survey lokasi.

Kemudian, kadangkala estimator salah dalam melakukan summary data. Ini sebenarnya sederhana, namun bisa berujung fatal. meleset nilai satu item saja dampaknya sudah besar. Kesalahan summary volume dan total nilai suatu pekerjaan adalah yang paling sering terjadi.

Kemudian, kesalahan terakhir adalah tidak update dalam re-kalkulasi saat ada perubahan desain. Kesalahan ini termasuk sering terjadi, mengingat saat proses desain, beberapa kali terjadi revisi untuk maksud penyempurnaan. Item pekerjaan yang telah dihitung sebelumnya biasa luput untuk dihitung ulang ketika ada perubahan desain.

Nah, itu adalah pembahasan seputar kesalahan paling umum yang biasa terjadi dalam profesi sebagai cost estimator. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan baru bagi Anda. Ingin tahu tips menata ruang keluarga yang benar seperti apa? Temukan jawabannya, dan artikel menarik lainnya di website kami. Terima kasih.[]

Leave a Comment

Logo Jasa Interior Solo Raya

Ada banyak cerita dalam setiap ruang yang kita tempati. Kami memastikan ruangan Anda penuh energi positif melalui karya interior bersama. Interior Solo Raya siap bekerja sama mewujudkan ruang impian Anda.

Layanan Interior

Interior Rumah

Interior Cafe

Interior Apartemen

Kitchen Set

Desain 3D dll

Contact

Interior Solo Raya

Perum Glodokan Indah, Klaten, Jawa Tengah

No Hp: 0815-4840-5422